Berawal dari Budak

Dear Diary,

Sekarang ini aku mau cerita tentang seorang pemimpin di Mesir. Asal muasal dia menjadi seorang pemimpin pun tidak ada yang menduga, karena dia bukan orang Mesir.

Beberapa puluh tahun yang lalu, Tuan Potifar membeli seorang budak keturunan Ibrani. Budaknya masih sangat muda, tetapi heran Tuan Potifar sangat mempercayai anak itu untuk mengurus rumahnya dan segala isinya. Aku pun tidak mengerti, sejak anak itu tinggal di rumah Tuan Potifar, rasanya rumah itu penuh dengan berkat. Apakah itu karena anak Ibrani itu?

Tetapi aku kaget sekali ketika mendengar Tuan Potifar memasukkan anak itu ke dalam penjara. Dari berita yang aku dengar, anak itu katanya menggoda istri tuan Potifar. Jubah anak itu buktinya. Tetapi entah berita itu benar atau tidak, karena dari desas desus yang aku dengar, istri Tuan Potifar cukup sering menggoda anak itu, karena memang penampilan anak itu sangat menarik, walau ia hanyalah seorang budak.

Suatu hari aku bertemu dengan kepala penjara, tempat anak itu ditahan. Ia cerita kalau anak Ibrani itu bisa dipercaya. Seluruh tahanan dipercayakan kepadanya, dan anak itu mengurus segala pekerjaan yang ada di situ. Aku heran setengah mati, anak itu serba bisa ya…Di rumah Tuan Potifar dipercaya, Di penjara juga dipercaya. Rasanya baru kali ini aku mendengar ada anak yang se-istimewa itu.

Aku hampir melupakan anak itu, istana tiba-tiba geger. Raja mengalami mimpi buruk dua kali, semua ahli yang ada di Mesir dipanggil untuk mengartikan mimpi itu tetapi tidak ada seorang pun yang bisa mengartikannya. TIba-tiba, juru minuman seolah teringat sesuatu, lalu ia bercerita kepada raja kalau di penjara ada seorang anak Ibrani yang pernah mengartikan mimpinya dan mimpi juru roti.

Raja langsung menyuruh seseorang memanggil anak itu. Setelah bercukur dan berganti pakaian, anak itu menghadap raja. Raja menceritakan mimpinya kepada anak itu. Ya mimpi yang aneh yang pernah kudengar. Bagaimana mungkin tujuh lembu yang kurus memakan tujuh lembu yang gemuk, lalu tujuh bulir gandum yang kurus dan layu memakan tujuh bulir gandum yang bernas dan berisi.

Lalu anak itu berkata kalau arti mimpi Raja adalah akan ada tujuh tahun masa kelimpahan, lalu disambung dengan tujuh tahun masa kelaparan. Aku dan beberapa orang yang ada di istana sangat kaget mendengar apa yang dikatakan oleh anak itu. Tetapi anak itu tidak berhenti sampai di situ, ia memberikan usul kepada raja apa yang harus dilakukan selama masa kelimpahan dan masa kelaparan.

Raja sangat kagum dengan anak ini, dan setuju dengan usulnya. Anak ini langsung diangkat menjadi kuasa atas seluruh Mesir. Lalu, Raja memberi nama Zafnat-Paaneah kepada anak ini, lalu menikahkannya dengan Asnat, anak Potifera, imam di On.

Sebelum masa kelaparan, Zafnat-Paaneah mendapatkan dua orang anak, bernama Manasye dan Efraim.

Dan apa yang dikatakan oleh anak itu tentang mimpi raja, sungguh terjadi. Mesir mengalami masa kelimpahan, sampai-sampai tidak bisa terhitung jumlah gandum yang tersimpan, tetapi setelah tujuh tahun, kekeringan terjadi. Kelaparan besar terjadi, tidak hanya di Mesir, tetapi juga di seluruh dunia. Ketika rakyat meminta tolong kepada Raja, Raja meminta mereka untuk menemui Zafnat-Paaneah, dan melakukan apa yang diperintahkannya.

Tidak pernah terbayangkan olehku, anak itu datang ke Mesir sebagai seorang budak, tetapi berakhir menjadi kuasa atas seluruh Mesir. Posisi yang membedakan dia dengan raja hanyalah takhta saja.

Puluhan tahun sudah berlalu, tetapi setiap kali aku mengingat kisah Zafnah-Paaneah, aku selalu terkagum akan kisah hidupnya. Kadang aku berpikir, apakah Allah yang ia sembah yang membuatnya seperti ini? Aku telah mendengar tentang Allah yang disembah oleh bangsa Ibrani, tetapi kali ini aku melihat dengan mataku sendiri karya Allah yang mereka sembah di dalam diri anak ini.

Ah….beruntung sekali Mesir pernah dipimpin oleh orang seperti dia.