Pengalamanku

Dear Diary,

Wooohooo, akhirnya aku kembali melihat terang, menghirup udara yang segar. Jangan tanya deh apa yang aku rasakan di dalam tempat yang gelap dan pengap. Bayangin aja aku ada di dalam perut ikan selama tiga hari. Di sana aku sih berdoa…tapi tetap aja ya…kalo di ruangan yang gelap dan pengap, rasanya gimana gitu….

Sebentar lagi aku akan berangkat ke Niniwe. Sebenarnya, aku tidak mau ke sana, aku tidak suka orang-orang Niniwe itu. Mereka itu sangat jahat. Dan emangnya ada efeknya untuk memberitahukan mereka kalau Tuhan akan menghukum mereka? Kayanya ga ada ya.

Beberapa hari yang lalu sih memang Tuhan menyuruh aku untuk pergi ke Niniwe, untuk memberitahukan kepada mereka kalau Tuhan akan menghukum mereka. Aku tahu pasti, kalau mereka bertobat untuk pasti tidak menghukum, makanya aku kabur….

Daripada buang-buang energi ke Niniwe, mending aku berlibur saja ke Tarsis. Aku pergi ke Yafo, dan bersama orang-orang di sana aku berangkat ke Tarsis. Untuk membuang waktu di jalan ya aku tidur aja, dengan harapan pas bangun sudah sampai di Tarsis.

Lagi asik-asiknya tidur, ada orang yang membangunkan dengan suara panik. Aku bingung, ada apa sih, pikirku. Dia minta aku berdoa, karena ada badai besar. Semua orang sudah mulai panik. Wah…wah….ini pasti Tuhan sedang bertindak nih. Kacau kalau begini…

Ombak sangat besar, kapal terombang ambing, semua barang sudah dibuang ke laut dengan harapan dapat meringankan beban kapal, tetapi tidak ngaruh apa-apa. Akhirnya ya sudah, buang undi deh, mencari penyebab malapetaka ini. Ah, pasti aku yang kena nih, eh, benar saja donk, aku yang kena. Mereka langsung interogasi aku, ya sudah aku cerita saja apa yang terjadi. Tetapi mereka baik lho….mereka masih mau menolong aku, mereka dengan sekuat tenaga mendayung kapal supaya menepi. Tetapi ya, kalau Tuhan sudah bekerja, tidak ada seorang pun yang dapat menghentikannya.

Akhirnya sudahlah, tidak ada pilihan lagi, akhirnya aku dibuang ke laut, dan heran bin ajaib, badai pun tenanglah. Sudah ku duga, ini pasti pekerjaan Tuhan yang tidak mengijinkanku lari. Tuhan tidak membiarkan aku terombang ambing di tengah ombak. Ia mengirimkan seekor ikan besar untuk menangkapku, ntah ikan apa itu, tetapi ikan itu cukup besar untuk mengambil posisi berdoa. Dan aku berdoa kepada Tuhan.

Ya, weis, segitu dulu yang bisa aku ceritain. Aku berangkat dulu ya ke Niniwe…..