Penyesalan

Dear Diary,

Beberapa waktu yang lalu, aku tinggal di tempat yang sangat indah. Pohon-pohon yang segar dan berbuah lebat. Bisa bermain dengan para hewan di dalamnya. Tetapi....tempat yang indah itu sekarang ini hanya menjadi masa lalu. Karena kesalahanku dan suamiku, kami diusir dari tempat itu oleh pemiliknya.

Kami diberi kebebasan untuk tinggal di sana. Kami boleh melakukan apapun di sana. Kami boleh makan buah apapun yang tumbuh di sana. Kami hanya di berikan satu peraturan saja. Kami tidak boleh dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Sebenarnya enak banget, hanya ada satu aturan.

Tetapi, satu aturan itu pun aku langgar. Aku langgar karena aku gampang sekali dibujuk oleh si ular. Kalimat-kalimatnya membuat aku menjadi penasaran dengan pohon itu dan lupa dengan aturan yang diberikan oleh si pemilik taman. Pohon itu memang terlihat menggiurkan....Akhirnya....aku memetik buah dari pohon itu dan memakannya. dan buah itu sangat enak, sehingga aku mencari suamiku supaya ia juga mencoba buah itu. Setelah ia memakan buah itu, kami berdua terkejut, kami merasa ada yang aneh di tubuh kami, dan kami mulai mencari daun atau apapun yang dapat kami pakai untuk menutup tubuh kami. Ada perasaan yang aneh ketika melihat suamiku, ada perasaan malu, padahal selama ini kami tidak ada perasaan itu ketika saling bertatap muka.

Tidak lama setelah itu, kami mendengar suara langkah orang. Kami yakin dengan pasti bahwa itu adalah langkah kaki si pemilik taman ini. Kami takut, lalu kami mencari tempat untuk bersembunyi. Pemilik taman ini terus menerus memanggil kami. Dia tahu bahwa kami bersembunyi, dan ia bertanya kenapa kami bersembunyi. Kami pun saling menyalahkan satu sama lain.
Pemilik taman itu marah kepada kami. Dia memberikan kami hukuman, dan kemudian mengusir kami dari taman itu.

Taman yang indah itu hanya menjadi masa lalu. Sekarang, kami harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Jika dulu kami tinggal petik buah yang ada di pohon, sekarang kami harus mulai dari menanamnya hingga kami bisa menikmati buahnya.

Sekarang yang ada di dalam hati hanya penyesalan....