Banjir

Dear Dairy,

Sudah beberapa hari aku dan keluargaku tinggal di tempat ini. Di sini kami hanya 8 orang, aku dan istrinya, ketiga anakku dan istri masing-masing. Tetapi tempat ini tidak pernah sepi, karena ada berbagai pasang binatang. Aku tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, hanya mendengar suara hujan yang tiada berhenti.

Beberapa waktu yang lalu Tuhan meminta aku untuk membuat sebuah Bahtera. Aku bingung juga awalnya, ngapain juga buat bahtera, toh aku tidak tinggal di tepi pantai. Tetapi ya, karena Tuhan yang menyuruh aku, ya aku nurut aja. Tuhan memberitahukan kepada kamu detail bahan dan ukuran untuk membuat bahtera ini. Aku membuatnya hanya dibantu oleh keluargaku saja, para tetangga malah menertawakan apa yang aku buat ini.

Ketika bahtera sudah jadi, Tuhan menyuruh aku untuk membawa keluargaku masuk ke dalamnya, tidak hanya itu, Tuhan memintaku untuk membawa serta binatang, masing-masing 1 pasang. E alah.....ada-ada aja Tuhan. Tetapi yang menakjubkan adalah, ukuran bahtera itu pas untuk kami semua, untuk keluargaku dan juga untuk para binatang.

Tuhan sendiri yang menutup pintu bahtera itu, awalnya aku mendengar suara gaduh di luar sana, aku mendengar suara orang meminta tolong karena banjir sudah melanda tempat kami. Tetapi aku tidak dapat berbuat apa-apa, karena semua ada di dalam kendali Tuhan. Aku mulai merasakan bahtera ini perlahan demi perlahan seolah naik, dan membuat kami mengapung mengikuti kemana air mengalir.

Ntah kapan hujan ini berhenti? Semoga tidak lama lagi.