Yang Terpilih

Dear Diary,

Hari ini, aku diminta Allah untuk bertemu dengan seorang wanita muda. Wanita itu sangatlah sederhana. Aku melihat wajahnya terkejut, ketika aku memberi salam kepadanya. Ia tidak menjawab salamku, Ia juga tidak bertanya-tanya tentang siapa aku ini, Ia terpaku melihatku, ya mungkin karena rasa terkejutnya.

Aku tidak memperkenalkan diriku, tetapi aku langsung menyampaikan berita yang harus aku sampaikan kepadanya. Sekali lagi ia terkejut, dan kali ini sangat mengejutkannya, bagaimana tidak, karena berita yang aku sampaikan adalah kalau ia akan mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, padahal ia belum menikah, ia baru bertunangan dengan Yusuf, seorang tukang kayu.

Ia hanya berespon dengan bertanya bagaimana mungkin ia akan melahirkan seorang anak, jika ia belum bersuami. Aku memberitahukannya kalau Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah yang maha tinggi akan menaunginya, dan ia akan melahirkan anak kudus, Anak Allah.

Setelah ia mendengar pernyataanku, ia tidak bertanya apa-apa lagi. Ia juga tidak berargumen apa-apa lagi. Aku sangat menyukai responnya, ia hanya berkata kalau ia adalah hamba Allah, dan jadilah apa sesuai dengan Firman-Nya.

Setelah sampai aku di tempat ini pun, aku tetapi teringat bagaimana dia meresponi panggilan Tuhan di dalam hidupnya, walau aku tau dia pasti bingung juga menghadapi apa yang ada di depannya. Tetapi ya....aku yakin Allah tidak salah pilih orang dan aku yakin Allah akan menyertainya.